TRANSLATE THIS BLOG

Tuesday, November 24, 2009

Merokok di Kalangan Remaja


Merokok di Kalangan Remaja
1.    BAB I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
Dewasa ini kegiatan merokok semakin merajalela, terutama di kalangan remaja, bahkan anak kecil pun sudah merasakan bagaimana rasanya asap rokok. Oleh karena itu, penulis mengangkat sebuah judul “Merokok di Kalangan Remaja”. Adapun latar belakang pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.        Merupakan tugas dari dosen mata kuliah Bahasa Indonesia
2.         Banyaknya remaja yang sudah ketergantungan akan rokok.
3.         Merokok dirasa sangat membahayakan bagi si perokok aktif maupun bagi  perokok pasif.
1.2  Rumusan Masalah
1.       Apa saja zat yang terkandung dalam rokok?
2.       Mengapa para remaja merokok?
3.       Apa bahaya yang ditimbulkan dari merokok?
4.       Bagaimana solusi agar para remaja berhenti merokok?

2.    BAB II Pembahasan

2.1  Penyebab Remaja Merokok
Ada berbagai penyebab yang menyebabkan para remaja merokok, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.       Rasa ingin tahu yang tinggi terhadap rokok.
2.       Rasa gengsi yang tinggi akan teman-teman atau lingkungannya.
3.       Pengaruh lingkungan yang mendukung untuk merokok.
4.       Menghilangkan stress dengan merokok.
5.       Kurangnya pengawasan dari orang tua.

2.2  Zat yang Terkandung dalam Rokok
Setiap batang rokok yang dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4 000 bahan kimia beracun yang membahayakan bagi kesehatan bahkan akan membawa pada kematian. Adapun bahan kimia yang beracun itu diantaranya adalah sebagai berikut:
1.         Tar : mengandung sekurang-kurangnya 43 bahan kimia yang diketahui menjadi penyebab kanser (karsinogen). Bahan seperti benzopyrene yaitu sejenis policyclic aromatic hydrocarbon (PAH) yang telah lama disahkan sebagai agen yang memulakan proses kejadian kanser dan merusak sel paru-paru.
2.         Karbon Monoksida (CO) : Gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.
3.         Nikotin : Salah satu jenis obat perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah, nikotin membuat pemakainya kecanduan. Apabila racun rokok itu memasuki tubuh manusia ataupun hewan, akan menimbulkan kerusakan pada setiap organ disepanjang yang dilewati asap rokok, yaitu bermula dari hidung, mulut, tekak, saluran pernafasan, paru-paru, saluran darah, jantung, kelamin, sampai ke saluran kencing dan pundi kencing.
2.3  Bahaya Merokok
            Banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan dari asap rokkok, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.       Menyebabkan penyakit Bronkitis
2.       Menyebabkan penyakit Emfisima
3.       Menyebabkan penyakit Paru-paru
4.       Menyebabkan penyakit di bagian esofogus, perut dan pankreas
5.       Merusakan dinding arteri dan akan merusak organ berkaitan.
6.       Menyebabkan simptom kebas pada kaki dan jari
7.       Menyebabkan migrain, sakit kepala, pedih ulu hati, kekejangan otot kaki
8.       Serangan penyakit jantung
9.       Menyebabkan kemandulan


2.    BAB III Penutup
2.1  Simpulan
Kita ketahui bahwa rokok mengandung ribuan bahan kimia yang dapat menimbulkan berbagai penyakit bahkan menimbulkan kematian. Adapun zat yang sangat berbahaya terkandung dalam rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Merokok sangat merugikan, baik untuk si perokok ataupun yang menghisap asap rokok.
2.2  Saran  
     Setelah kita membahas tentang kebiasaan merokok di kalangan remaja, ada beberapa solusi untuk menekan angka merokok, diantaranya:
1.         Tetapkan niat untuk berhenti merokok.
2.         Diberikan pengetahuan tentang bahaya merokok oleh pihak sekolah maupun di luar sekolah.
3.         Yakinkan diri untuk yidak merokok.
4.         Buat nota peringatan
5.         Katakan pada diri anda, “Aku bukan perokok”
6.         Tumpukan pada hari ini
7.          Sentiasa berfikiran positif
8.         Dapatkan sokongan
9.         Lawan keinginan untuk merokok
10.     Gunakan terapi atau rawatan yang sesuai
            Dengan melakukan hal-hal di bawah ini, bukan tidak mungkin jika kebiasaan merokok pada remaja akan berkurang.

Penggolongan Akun


Pengoolongan Akun
1.      Akun Rill (Real Account)
A.      Harta/aktiva (assets): kekayaan yang dimiliki perusahaan baik berwujud ataupun tidak berwujud yang dinilai denagn uang.
1.      Aktiva Lancar (Current Assets):
a.   Kas (cash): Jumlah uang yang tersedia dalam kas perusahaan maupun yang disimpan di bank.
b.   Surat-surat berharga (marketable securities):
c.    Wesel Tagih (notes receivable)
d.   Piutang dagang (account receivable)
e.   Pendapatan yang masih harus diterima (accured revenues)
f.     Perlengkapan (supplies)
g.   Persediaan barang dagangan (merchandise inventory)
h.   Beban dibayar di muka (prepaid expenses)
i.     Deposito jangka pendek
2.      Aktiva Tetap Berwujud (Tangible Fixed Assets): kekayaan yang dimiliki perusahaan yang fisiknya konkret dan digunakan dalam operasi perusahaan secara permanen (lebih dari 1 tahun)
a.      Peralatan (equipment)
b.      Bangunan (building)
c.       Tanah (land)
d.      Kendaraan (delivery)
3.      Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intengible Fixed Assets)
a.      Nama baik perusahaan (Goodwill)
b.      Hak paten
c.       Hak cipta (copy rights)
d.      Biaya pendirian
e.      Hak pemegang sewa dalam jangka panjang
f.        Hak monopoli
g.      Royalti
h.      Merek dagang (trade mark)
4.      Aktiva Investasi (Investment Assets)
5.      Aktiva lain-lain (Other Assets)
B.      Utang/Kewajiban (liabilities): kewajiban perusahaan pada pihak lain.
1.      Utang Lancar (current liabilities): Kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dibayar  dalam waktu kurang dari 1 tahun.
a.      Utang dagang (account payable)
b.      Utang wesel (notes payable)
c.       Utang pajak (tax payable)
d.      Beban yang masih harus dibayar (accrued expense)
e.      Utang jangka panjang yang telah jatuh tempo
f.        Pendapatan diterima di muka
2.      Utang Jangka Panjang (long term liabilities): Kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dibayar  dalam waktu lebih dari 1 tahun.
a.      Wesel bayar jangka panjang
b.      Utang hipotek (mortgage payable)
c.       Utang obligasi (bond payable)
C.      Modal(capital): hak atas harta yang dimiliki.
1.    Modal saham
2.    Laba yang ditahan
3.    Cadangan
4.    Prive
5.    Ikhtisar laba rugi
2.      Akun Nominal (Nominal Account)
A.      Akun Penghasilan (Revenue)
B.      Akun Beban (Expenses)
C.      Akun Perantara (between account)

Definisi-Profesi Aknuntansi


Akuntansi pertama kali dikemukakan oleh seorang sarjana matematika asal Itali yang benama Luca Pacioli.
Definisi akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk membantu pertimabangan dan pengambilan keputuasan yang tepat bagi pemakai informasi tersebut.
Pemakai informasi akuntansi adalah sebagai nberikut :
1.    Pihak Intern yaitu pihak di dalam organisasi manajemn perusahaan(pimpinan perusahaan)
2.    Pihak Ekstern yaitu pihak yang berada di luar tubuh perusahaan:
a.    Pemilik Perusahaan
b.    Pengelola perusahaan
c.     Karyawan
d.    Kreditor
e.    Investor
f.     Pemerintah
g.    Rekanan perusahaan
Bidang-bidang akuntansi
1.       Akuntansi Keuangan (Financial Accounting): Kegiatan akuntansi untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan yaitu berhuubungan pelaporan posisi keuangan mulai dari proses pencatatan, sampai kepada pertanggungjawaban kepada pihak yang terkait.
2.       Akuntansi Pemeriksaan (Auditing): bidang aktifitas yang menyangkut pemerikasaan atas catatan-catatan akuntansi secara bebas yang mendukung laporan keuangan suatu perusahaan dan akhirnya mengeluarkan suatu pernyataan pendapat mengenai kelayakan dan kewajaran laporan keuangan tersebut.
3.       Akuntansi Manajemen (Managament Accounting): jenis akuntansi yang menggunakan data historis dan data taksiran untuk membantu manajemen dalam operasi sehari-hari dan perencanaan operasi mendatang yang bertujuan untuk menyajikan informasi pengambilan keputusan yang relevan kepada manajemen perusahaan(pihak intern)
4.       Akuntansi Biaya (Cost Accounting): menitik beratkan pada masalah penetapan dan pengendalian biaya terutama biaya produksi suatu abrang.
5.       Akuntansi Anggaran (Budgentary Accounting): menyajikan rencana operasi keuangan untuk suatu periode tertentu, melalui pencatatan dan meringkas data pelaksanaan operasi.
6.       Sistem Akuntansi (Accounting System): sistem yang dirancang untuk melindungi dan mengawasi kekayaan perusahaan sehingga dapat dilakukan pengendalian intern dan menciptakan arus laporan yang efisien dan berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan.
7.       Akuntansi Pajak (Tax Accounting):m Penyusunan surat pemberitahuan pajak, serta mempertimbangkan konsekuensi perpajakan dari transaksi usaha yang direncanakan atau encari alternatif terbaik.
8.       Akuntansi Pemerintah (Government Accounting): menyediakan laporan akuntansi yang bermanfaat mengenai aspek kepengurusan administrasi pemerintah, serta membantu manajemen dalam melaksanakan pengawasan atas pengeluaran melalui anggaran sesuai  dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.
9.       Akuntansi Sosial (Social Accounting): menyangkut penggunaan dana-dana kesejahteraan sosial dalam masyarakat
10.   Akuntansi Internasional (International accounting): berhubungan dengan masalah perdagangan internasional dan perdagangan multinasional.
11.   Akuntansi Pendidikan (Educational Accounting): bidang khusus yang menyangut pendidikan akuntansi.



Profesi Akuntansi
1.       Akuntan Publik (Public Accountant): akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Akuntan publik pada umumnya mendirikan suatu kantor akuntan dan memperoleh izin dari departemen keuangan.
2.       Akuntan Internal (Private Accountant): akuntan yang bekerja pada perusahaan atau lembaga tertentu dan bertugas khusus di bidang akuntansi intern perusahaan untuk membantu pengelola perusahaan.
3.       Akuntan Pemerintah (Government Accountant): akuntan yang bekerja sebagai pemeriksa atau auditor untuk pemerintah dan dapat membantu mengadakan pengawasan dalam pengeluaran dana dari masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4.       Akuntan Manajemen (Managament Accountant): akuntan yang kegiatannya membantu pimpinan perusahaan baik untuk kegiatan sehari-hari atau perencanaan di masa yang akan datang.
5.       Akuntan Pendidik (Accountant Instruction): Akuntan yang bekerja sebagai pengajar pendidikan dan keterampilan akuntansi.

Rangkuman LAndasan Pendidikan BAB I


Rangkman
BAB I  PENDAHULUAN
Study pendidikan dan praktek pendidikan merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan. Praktek tanpa study tidak mungkin berlangsung, demikian pula study tanpa praktek ibarat hampa tak ada gunanya. Seperti yang disebutkan oleh M. I. Soelaiman bahwa praktek tanpa teori tidak jelas arahnya. Study pendidikan merupakan seperangkat kegiatan yang bertujuan untuk memahami suatu prinsip, konsep, atau teori pendidikan, sedangkan praktek pendidikan merupakan seperangkat kegiatan bersama yang bertujuan membantu pihak lain agar mengalami perubahan tingkah laku yang di harapkan. Berdasarkan hal tersebut maka konsep, prinsip atau teori pendidikan yang dibutuhkan dalam praktek pendidikan merupakan landasan bagi berlangsungnya proses pendidikan, dengan demikian landasan yang kokoh dan terarah merupakan pijakan dalam suatu kegiatan pedidikan.
A.     Pengertian Landasan Pendidikan
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia bahwa landasan berarti alas dan tumpuan. Dalam studi pendidikan, pengertian landasan pendidikan tumpuan atau titik tolak konsep, prinsip, atau teori yang dijadikan pembahasan kependidikan.
B.      Jenis-jenis Landasan Pendidikan
Pokok-pokok bahasan yang diungkap dalam landasan pendidikan adlah sebagai berikut :
1.      Manusia dan Pendidikan : Hakekat manusia dalam hubungannya dengan pendidikan adalah manusia sebagai makhluk yang harus/perlu dididik dan mendidik, manusia sebagai makhluk yang dapat dididik dan mendidik, serta pendidikan sebagai humanisasi
2.      Pengertian Pendidikan : Pengertian pendidikan diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, yaitu pengertian pendidikan berdasarkan ruang lingkup, pengertian pendidikan berdasarkan pendekatan ilmiah ilmiah, dan pengertian pendidikan berdasarkan pendekatan system.
3.      Pendidikan sebagai Ilmu dan Seni : Pendidikan sebagai ilmu terarah pada bagaimana melaksanakan studidan praktek pendidikan dalam ilmu pendidikan, sedangkan pendidikan sebagai seni terarah pada bagaimana menerapkan hasil studi pendidikan dalam praktek pendidikan.
4.      Landasan Filosofis Pendidikan : Selaku bangsa Indonesia maka dasar palsafah Pancasila merupakan sumber utama dalam pelaksanaan pendidikan.
5.      Landasan Psikologis Pendidikan : Psikologis pendidikan merupakan aplikasi metode psikologis dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan.
6.      Landasan Sosiologis dan Antropologis Pendidikan : asumsi-asumsi sosiologi terhadap pendidikan berkaitan dengan metode sosiologis dalam mengkaji hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala social, sedangkan  asumsi antropologi terhadap pendidikan berkaitan dengan antropologi fisik dan antropologi social budaya.
7.      Landasan Historis Pendidikan : Sejarah pendidikan dimulai pada masa Hindu/Budha samapai pendidikan pada masa orde baru.
8.      Landasan Yuridis Pendidikan : Suber-sumber hokum yang dijadikan pijakan dalam pelaksanaan pendidikan bersumber dari UUD’45, UU Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah dan UU tentang Guru dan Dosen.
C.      Fungsi Landasan Pendidikan
Makna fungsi berkaitan dengan manfaat. Adapun manfaat calon pendidik mempelajari landasan pendidikan diantaranya :
1.      Mengetahui berbagai konsep, prinsip dan teori pendidikan dalam melaksanakan praktek pendidikan.
2.      Mempunyai sikap kritis terhadap pandangan-pandangan teori pendidikan.
3.      Memberiakn kontribusi pada pola pikir dan pola kerja calon pendidik.
4.      Lebih meyakini tentang konsep, prinsip dan teori pendidikan dalam pelaksanaan pendidikan.
5.      Memiliki kesiapan studi pendidikan lebih lanjut.
D.       Kesimpulan
Dalam dunia pendidikan ada 2 hal yang tidak dapat dipisahkan yaitu studi pendidikan dan praktek pendidikan. Adapun kosep, prinsip dan teori itu semua merupakan landasan bagi berlangsungnya proses pendidikan.