Menurut pendapat para ahli praktek sukses
dalam bidang manajemen banyak dibantu oleh pengetahuan dan keterampilan dalam
bidang-bidang berikut:
Konseptual (Conseptual Skill) yaitu
kemampuan mental untuk berfikir dalam memberikan pengertian, pandangan,
persepsi dan pendapat dalam menangani kegiatan-kegiatan organisasi secara
menyeluruh.
Kemanusiaan (Human Skill), yaitu
kemampuan bekerja dalam kelompok atau tim atau dengan kelompok yang lain
secara organisasi maupun secara individu, dalam memperbaiki motivasi,
komunikasi, memimpin dan mengarahkan orang untuk mengerjakan sesuatu dalam
mencapai tujuan yang diinginkan.]
Keterampilan teknis (Technical Skill)
yaitu kecakapan menangani atau menghendel suatu masalah melalui penggunaan
peralatan, prosedur, metode, dan teknis dalam proses oprasional terutama
menyangkut manusia kerja yang berhubungan dengan permasalahan dan
alat-alat yang harus digunakan dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Pembentukan
fungsi-fungsi manajemen dan pencapaian keuntungan kompetitif adalah merupakan
dasar landasan pekerjaan seorang manajer. Apabila fungsi manager ditunjang oleh
keterampilan dalam melaksanakan tugas, maka akan menunjukan hasil pada
penampilan kerja yang prima dilingkungan perusahaan. Anda dapat berbuat dan mungkin
saja menganggap diri penting akan tetapi tidak melakukan manager job, maka akan
kehilangan makna sebagai pemimpin oleh karena itu anda harus menjalankan tugas,
fungsi dan peranan yang seimbang diantara berbagai kegiatan yang diatur dengan
jadwal dan agenda sesuai dengan program dan waktu yang telah ditentukan.
Ada lima kemampuan kerja yang harus
dimiliki oleh para manajer yang efektif, sehingga dapat secara produktif
menggunakan:
Sumber-sumber daya (Resources).
Mengalokasikan waktu, uang, material ruang dan manusia, sumber daya
berhubungan dengan keahlian teknis, konseptual, dan pengambilan keputusan
sampai pada fungsi-fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan dan pengawasan.
Keahlian Interpesonal (Interpersonal
Skill). Bekerja sebagai suatu tim kerja mengajar orang lain, melayani
pelanggan, memimpin, bernegosiasi dan bekerja dengan baik dengan orang
lain dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda.
Informasi (Information). Informasi
berhubungan dengan teknik manusia dan keahlian dengan manajemen komunikasi
dari fungsi-fungsi manajemen pengorganisasian, kepemimpinan dan
pengendalian.
Sistem (System). Sistem berhubungan
dengan konseptual dan keahlian manajemen pengambilan keputusan dan juga
fungsi-fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, penggerak dan
pengendalian.
Teknologi (Technology). Teknologi
berhubungan dengan keahlian manajemen teknisi dan fungsi-fungsi manajemen,
perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian.
Dengan
demikian manajer kompeten adalah seseorang yang mempunyai kompetensi
manajerial, yaitu memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap, perilaku yang
turut berkonstribusi pada penampilan maajerial yang efektif.
Salah satu cara untuk memahami sifat
pekerjaan manajer yang kompleks adalah dengan mengetahui berbagai peranan
manajer. Mintzberg mengusulkan 10 tugas-tugas tentang peranan manajer yang
dikelompokkan dalam 3 kategori umum, diantaranya:
1.Peranan
Dalam Hubungan Antar Pribadi
a.Wakil Organisasi. Pimpinan organisasi sebagai
simbol, manajer harus melaksanakan tugas-tugas secara sah atau bersifat
seremonial. Contohnya seperti kegiatan menyambut kunjungan resmi dan
penandatanganan surat pengunduran diri dari pekerja.
b.Pimpinan. Dalam melaksanakan pengenalan tugas
yang luas ini, manajer mengarahkan dan mendorong bawahan.
c.Pejabat Perantara. Peranan ini pada dasarnya
berkaitan dengan hubungan secara horizontal, manajer membentuk jaringan
hubungan secara ekstern, berusaha mengenal teman sejawatnya dan membangun
hubungan yang saling mewakili.
2.Peranan
Dalam Hubungan dengan Informasi
a.Pencatat, Manajer menerima informasi dan
menganalisa hubungan operasi dan hubungan ekstern. Melanjutkan dengan
mengarahkan dan menmpelajari ide-ide yang sarat dalam area ini. Ketika seorang
pelaksana menangkap desas-desus tentang beberapa masalah lingkungan, dengan
demikian pelaksanaan tersebut sedang memeainkan peran pencatat.
b.Penyebar informasi. Peranan memerlukan
penyebaran yang diterima dari orang luar kepada anggota organisasi. Manajer
yang mengunjungi pertemuan staf selanjutnya menjalankan usaha berarti memainkan
peran penyebar.
c.Juru Bicara. Manajer berbicara berdasarkan
kepentingan organisasi dan menyampiakan informasi ke luar organisasi. Contohnya
adalah pidato manajer tentang perkumpulan dagang atau wartawan.
3.Peranan
Dalam Pengambilan Keputusan
a.Pemrakarsa adalah Perancang. Pada scat
melakukan perubahan, manajer melaksanakan tugas kewiraswastaan. Keputusan untuk
memasukan pelajaran komputer, untuk menggambar peranan ini.
b.Pengahalau gangguan. Masalah-masalah yang
tidak diharapkan atau gangguan kehilangan seorang langganan penting, permusuhan
antara dua orang bawahan, misalnya mengharuskan manajer untuk memainkan peran
sebagai pengurus gangguan.
c.Pembagi Sumber Penghasilan. Dalam memerankan pembagi
sumber dana, menentukan penyaluran sumber dana organisasi seperti uang, waktu
dan perlengkapan. Persetujuan seorang manajer tentang anggaran dan pembuatan
jadwal waktu perseorangan meliputi pengalokasian sumber dana.
d.Perunding. Sebagai seorang perunding, manajer
menyetujui langganan atau orang luar atau orang dalam. Mewakili organisasi dan
perundingan tenaga kerja atau menyetujui pekerja inti menggambarkan peranan
perunding.
Dalam
praktek, peranan manajer akan menunjuakan status dan wewenang formal figure
ahead: siapa dia? Apa yang harus dia kerjakan? Bagaimana tampil dengan prima?
Dengan siapa ia berhubungan? Bagaimana tampil dengan prima? Dengan siapa ia
berhubungan? Bagaimana situasi kondisi lingkungannya? Strategi dan taktik apa
yang akan dipakai? Tugas utama yang harus dilakukan sesuai dengan misi yang
dibawanya, ia harus mengambil keputusan yang tepat sehingga bisa berhasil
dengan baik. Peranan ini oleh Henry Mintzberg dilukiskan dalam sifat pekerjaan
manajer sebagai berikut:
Manajer dituntut tanggung jawab untuk mengambil tindakan, mungkin untuk
individu-individu, sehingga memebrikan sumbangan terbaik kepada kelompok.
Gambar menunjukan kurang lebih daripada aktivitas yang relatif untuk setiap
fungsi sebagai berikut:
Pengaturan
aktivitas yang melibatkan faktor manajerial jalur setiap tingkatan organisasi.
Pada setiap tingkatan manajer akan terlibat dalam fungsi-fungsi perencanaan,
perngorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Banyak tipe organisasi yang
berbeda dan semuanya memerlukan pengawasan. Tugas daripada manajer adalah
menentukan dan terutama menciptakan konsep dimana individu dan kelompok dapat
kerjasama untuk mencapai tujuan organisasi. Kemampuan manajerial adalah kemampuan
utnuk membantu mengusahakan dan membuat program dalam memecahkan
masalah-masalah ekonomi., sosial, politik, budaya dan lingkungan serta
masalah-masalah lainnya. Manajer adalah seseorang yang mendapat sesuatu melalui
kegiatan orang lain (A manager is a person who gets things done through other
people). Manajer adalah orang yang bekerja untuk mewujudkan tujuan organisasi
dan mengarahkan serta mengsupervisikan satu orang atau lebih dalam organisasi
formal.
Pekerjaan
manajerial pada tingkat organisator puncak biasanya mengharuskan adanya
revalitas, lebih banyak pengetahuan tentang manusia dan konseptual dibandingkan
dengan pengetahuan serta keterampilan teknis, akan tetapi pada tingkat
organisator lebih rendah diperlukan lebih banyak pengetahuan serta keterampilan
konseptual. Pengetahuan serta keterampilan teknis meliputi pengertian dan
keahlian dalam hal menggunakan sesuatu aktivitas spesifik yang meliputi sesuatu
proses, prosedur atau teknis. Kemampuan untuk dapat mengkonseptualisasi
mengharuskan adanya imajinasi, pengetahuan yang luas serta kapasitas mental
untuk menciptakan ide-ide abstrak.
Menurut
GR Terry 1977 yang dimaksud dengan sasaran manajerial adalah tujuan yang ingin
dicapai yang mencakup sikup tertentu yang menunjukan kemana usaha-usaha manajer
diarahkansenhingga dalam bahasa inggris tujuan itu kita kenal sama dengan Gols,
aims objektive end maupun taraget. Tujuan
sebuah organisasi dapat digambarkan dalam sebuah hierarki selaran dengan
kepentingan mereka. Hierarki dimulai untuk suat kehususah dengan kepentingan
mereka. Tujuan tersusun dari acara-acara yang sama dengan sub sum tujuan yang
merupakan puncak prestasi. Hasil dari hierarki adalah mencerminkan susunan dan
akan menghubungkan batasan di suatu analisis akhir
Tingkat sasaran strategis taktis dan
oprasional
1. Sasaran strategis untuk manajemen puncak
2. Sasaran taktis fungseonal untuk manajemen
menengah
Menurut
GR Terry 1977 yang dimaksud dengan sasaran manajerial adalah tujuan yang ingin
dicapai yang mencakup sikup tertentu yang menunjukan kemana usaha-usaha manajer
diarahkansenhingga dalam bahasa inggris tujuan itu kita kenal sama dengan Gols,
aims objektive end maupun taraget. Tujuan
sebuah organisasi dapat digambarkan dalam sebuah hierarki selaran dengan
kepentingan mereka. Hierarki dimulai untuk suat kehususah dengan kepentingan
mereka. Tujuan tersusun dari acara-acara yang sama dengan sub sum tujuan yang
merupakan puncak prestasi. Hasil dari hierarki adalah mencerminkan susunan dan
akan menghubungkan batasan di suatu analisis akhir
Tingkat sasaran strategis taktis dan
oprasional 1. Sasaran strategis untuk manajemen puncak 2. Sasaran taktis fungseonal untuk manajemen
menengah 3. Sasaran oprasional untuk manajemen bawah
Agar manajemen dapat diterapkan dengan
berhasil dalam setiap kegiatan kerjasama manusia dalam mengejar apa yang mereka
inginkan maka perlu ditemukan tujuan dan hasil akhir yang ingin dicapai.
Beberapa ahli mengungkapkan :
a. Peter
Ducker
Management by objective adalah
manajemen berdasarkan sasaran dimana setiap tindakan dan akibatnya diarahkan,
sehingga merupakan sumber utama daripada kemakmuran yang bisa menjamin
kontinuitas hidup daripada kegiatan suatu organisasi.
b. Henry
G. Hodges
Suatu pernyataan tujuan yang jelas dan lengkap akan merupakan
suatu pendahuluan yang diperlukan untuk semua aktivitas, karena organisasi
adalah suatu alat untuk mengurus usaha sehingga tujuan usaha itu harus
dirumuskan dengan jelas sebelum organisasi itu berjalan.
c. Paul
Hersey and Kennet Blanchard:
Lima
kriteria “SMART” agar tujuan efektif:
♦Spesific : tujuan dan sasaran harus menunjuk kepada sesuatu
indicator
♦Measurable : harus bisa dhukur sehingga harus dinyatakan dalam
satuan (unit) atau angka-angka.
♦Accurate atau tepat : berada dalam ruang
lingkup tanggung jawab sendiri, ditetapkan berdasarkan hasil analisis atau
tebak-tebakan.
♦Realistic : yakin akan bisa dicapai, bukan sebuah angan-angan
belaka.
♦Time Bound atau Time Related :
menunjuk kepada jangka waktu tertentu, apakah perhari, perminggu, perbulan atau
pertahun.
d. Mondy dkk
Tiga macam tujuan utama organisasi :
♦Tujuan ekonomi (economic objective) : kelangsungan
hidup untuk mendapat laba dan pertumbuhan.
♦Tujuan jas (service objective) : memberikan benefit
kepada masyarakat.
♦Tujuan Personal (personal objective) : tujuan
individu dan kelompok dalam organisasi.
e. Drs.
Sutarto
Mengkonstatir
adanya kepentingan-kepentingan perumusan tujuan organuisasi :
♦Organisasi tanpa tujuan tidak ada artinya hanya
merupakan penghamburan uang belaka.
♦Organisasi didirikan untuk menghasilkan hasil
tertentu.
♦Dasar daripada organisasi terletak pada maksud dan
tujuan yang telah ditentukan.
♦Maksud dan tujuan dari pada organisasi harus selalu
ditinjau oleh kekuasaan yang lebih tinggi
♦Tujuan juga penting menyediakan
informasi kepada anggota organisasi. Anggota diberitahukan tentang lingkup
tugas, petunjuk pengamailan keputusan, sebagai metode motivasi, standar kinerja
yang rasional untuk pengorganisasian
Ada berbagai asumsi mengenai pengertian prinsip. Adapun diantaranya
adalah sebagai berikut:
a.W.A Shrode
“Prinsip adalah hasil identifikasi melalui studi dan praktek dari
aktivitas manajemen itu sendiri.”. bisa dikatakan “Prinsip adalah suatu hasil
generalisasi yang telah diuji keabsahannya dan ternyata benar, serta dapat
menjelaskan realitas sehingga mampu meramalkan apa yang akan terjadi dalam
keadaan yang sama”.
b.Rue dan Byars
“Prinsip adalah sebuah dasar kebenaran atau hokum(A principle is
a basic truth or law)”.
c.Kamus
“Prinsip adalah kebenaran yang
menjadi pokok dasar pemikiran seseorang”.
d.Wikipedia
“Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran
umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir
atau bertindak.
e.Pendapat Penyusun
“Prinsip adarah suatu pedoman yang digunakan sebagai acuan melakukan
berbagai hal dan tindakan”.
2. Prinsip Umum Manajemen
Di bawah
ini akan dikemukakan hasil-hasil penelitian dan penemuan para pakar akan
prinsip:prinsip manajemen. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:
a.F.W Taylor
F. W Taylor pada tahun 1911 dalam bukunya yang berjudul
“The Principles of Scientific Management”, menegaskan akan tugas baru
manajemen keilmuan yang berdasarkan empat prinsip sebagai berikut :
1. Pengembangan ilmu yang
benar
2. Pemilihan yang
berdasarkan keilmuan dari setiap unsur pekerja.
3. Pendidikan
yang ilmiah dan pengenbangan yang berdasarkan keilmuan.
4. Kerjasama
kemitraan yang harmonis antara manakemen dengan setiap pekerja.
b.HenryFayol
Henry Fayol pada tahun 1949 dalam bukunya “Generaldan Industrial Manajemen” megemukakan
empat belas prinsip umum dari manajemen, yaitu:
1.Pembagian kerja (Division of work)
2.Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)
3.Disiplin(Dicipline)
4.Kesatuan arah (Unity of command)
5.Kesatuan perintah (Unity of direction)
6.Mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi
(Subordination of individual interest to general interest)
7.Upah pegawai (Remurenation of personnel).
8.Sentralisasi (Centralization
9.Rantai berskala (Scalar chain line of authority)
10.Ketertiban (Order)
11.Keadilan (Equity)
12.Kestabilan masa kerja pegawai (Stability of tenure of personnel).
13.Inisiatf (Initiative)
14.Kesetian pada kelompok (Esprit de corps)
c. Penggolongan
Prinsip dari Fayol dapat kita golongkan menjadi 3 kelompok : -Kelompok Administrasi
(Adminitration)
1.Wewenang atau kekuasaan
2.Disiplin
3.Kesatuan perintah
4.Kesatuan pengurusan
5.Sentralisasi
6.Rantai berskala
7.Penggajihan
8.Ketertiban
-Kelompok
Hubungan Kemanusiaan(Human Relation)
1.Mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi
2.Keadilan
3.Kestabilan masa kerja pegawai
4.Inisiatif
6.Kesetiaan pada kelompok
-Kelompok
Efisiensi Produksi (Production Effeciency)
1. Pembagian
kerja
d. Luther Gullick dan Lyndall Urwick
Luther Gullick dan Lyndall Urwick dalam “Papers on
The Science of Administration”, mengembangkan prinsip-prinsip manajemen
sebagai berikut :
1.Kesatuan perintah
2.Penggunaan staff
4.Pembagian departementalisasi berdasarkan tujuan
proses, orang dan tempat
5.Kesatuan dan tanggung jawab
6.Rentangan atau pengawasan
7.Menempatkan orang sesuai struktur organisasi
e. James Moony dan Alan Relly
James Moony dan Alan Relly dalam
bukunya “Onward Industry” mengemukakan pendapatnya atas prinsip-prinsip
manajemen yang lebih sederhana :
1.Prinsip koordinasi : mempersatukan tindakan
2.Prinsip rantai berskala : menitikberatkan pada hierarki
3.Prinsip fungsional : mengorganisir tugas kedalam unit departemen
4.Prinsip pengadaan staff : membantu menyediakan nasehat dan
informasi.