TRANSLATE THIS BLOG

Tuesday, September 13, 2011

Alasan Perusahaan Melakukan Merger 3


Penghematan Pajak

Sering perusahaan mempunyai potensi memperoleh penghematan pajak, tetapi kerna perusahaan tidak pernah dapat memperoleh laba maka tidak dapat memanfaatkannya. Untuk itu lebih baik menggabungkan dengan perusahaan lain yang memperoleh laba dengan maksud agar pajak yang dibayarkan oleh perusahaan yang profitable dapat lebih kecil.
Dari sisi perusahaan yang sedang mengalami pertumbuhan, hal ini mempunyai manfaat ganda, di samping adanya penghematan pajak juga memanfaatkan dan yang menganggur karena perusahaan yang sedang mengalami pertumbuhan pada umumnya memiliki surplus kas sehingga beban pajaknya dapat menjadi besar. Apabila kas tersebut dibagikan kepada pemegang saham hal ini juga akan megakibatkan pajak yang harus dibayar oleh pemegang saham menjadi lebih besar.

 

Alasan Perusahaan Melakukan Merger 1


Economies of Scale

Dengan merger perusahaan dapat mencapai skala operasi yang ekonomis. Skala ekonomis adalah skala operasi dengan iaya rata-rata terendah. Tidak jarang dengan melakukan merger maka duplikasi fasilitas operasi dapat dihilangkan, begitu juga dengan usaha pemasaran dapat lebih efisien, sistem akuntansi akan leih baik, pengadaan dan proses produksi dapat dikonsolidasikan. Sales force dapat dikurangi untuk menghindari duplikasi usaha pemasaran yang menyangkut wilayah. Dengan merger dapat diperoleh synergisem yaitu nilai keseluruhan leih besar dari penjumlahan nilai bagian-bagiannya (4+4=10)
Skala ekonomis bukan hanya dalam artian proses produksi saja melainkan dalam bidang pemasaran, personalia, keuangan, tetapi juga bidang administrasi. Secara luas pengertian skala ekonomis yang ingin dicapai dengan melakukan merger adalah dalam hal penggunaan sumber daya yang ada.
Skala ekonomis dapat dicapai dengan merger baik secara horizontal, yakni dua perusahaan yang memiiki product line yang sama digabungkan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan duplikasi fasilitas operasi (usaha), ataupun secara vertikal untuk memperpanjang jaringan usaha. Merger yang vertikal ini dapat dari depan ke belakang untuk mencapai suplai bahan baku ataupun dari belakang ke depan untuk menjangkau konsumen lebih banyak lagi teteapi kedua perusahaan tersebut masih memiliki garis usaha yang sama. Sedangkan cara yang lain adalah penggabungan dua usaha yang tidak memiliki hubungan antar produk yang dihasilkan dan cara semacam ini  disebut dengan conglomerate merger.

Taktik Mempertahankan Diri


Tidak jarang perusahaan melakukan berbagai cara untuk menghindarkan diri dari pembelian oleh perusahaan lain. Taktik tersebut diklasifikasikan menjadi dua,  yaitu :

1.      Sebelum Penawaran

Cara terbaik untuk mempertahankan diri dari pengambilan alih oleh perusahaan lain adalah mengubahnya menjadi perusahaan perseorangan. Kedua adalah mempertahankan proporsi kepemilikan saham pada satun orang atau kelompok orang.
Namun demikian cara terbaik lainnya adalah dengan mempertahankan harga saham yang kuat yang mencerminkan kuatnya manajemen, prospek pertumbuhan dan kesempatan investasi yang baik. Bentuk lain untuk mempertahankan perusahaan dari pembelian oleh perusahaan lain adalah melalui persyaratan merger ytang semakin ketat. Cara lin yang biasa dilakukan oleh banyak perusahaan adalah membuat perusahaan menjadi tidak menarik untuk diambil alih yang disebut dengan poison pill. Poison pill ini dilakukan dengan memberikan hak kepada pemegang saham perusahaan yang akan dibeli untuk menjual sahamnya dengan harga yang tinggi atau pemberian hak untuk memperoleh saham baru dengan discount yang cukup besar atau bahkan gratis.

2.      Setelah Penawaran

Setelah penawaran perusahaan masih dapat melakukan berbagai cara untuk menggagalkan pembelian perusahaan terhadap perusahaan lain. Pertama adalah dengan mengajukan tuntutan dengan alih antimonopoli atau jika dirasa harga penawaran tidak wajar, perusahaan dapat meminta untuk dilakukan penawaran yang lebih baik. Cara lain yang dapat dilakukan adalah menjual sebagian saham perusahaan kepada pihak ketiga atau menciptakan utang yang semakin besar dengan cara membeli kembali sebagian saham perusahaan. Bentuk lain untuk membuat perusahaan menjadi tidak menarik adalah pembuatan kontrak khusus yang menjamin eksekutif bahwa mereka tidak akan kehilangan pekerjaan atau pemberian kompensasi yang sangat besar apabila terjadi penggabungan perusahaan. Ini disebut juga dengan payung emas atau golden parachute.

Prosedur Merger


Pada umumnya merger yang vertikal dan horisontal akan memberikan sinergi yang terbesar dibanding dua jenis merger lainnya.
Merger adalah penggabungan perusahaan atau pembelian perusahaan oleh perusahaan lain. Merger ini dapat dilakukan melalui pembelian saham perusahaan ataupun pembelian asset perusahaan yang ingin dibeli.
Proses merger secara umum melalui beberapa tahap. Biasanya perusahaan besar menentukan untuk membeli perusahaan lain, melakukan negosiasi dan membeli perusahaan lain yang dikehendaki. Dengan demikian pertama kali perusahaan yang akan melakukan pembelian mengidentifikasi perusahaan lain yang ditargetkan. Kemudian menentukan harga beli yang tersedia dibayarkan. Atas dasar ini manajer perusahaan yang akan membeli menghubungi perusahaan yang ditargetkan untuk melakukan negosiasi. Jika manajer kedua perusahaan tersebut setuju, maka mereka akan memberikan rekomendasi kepada pemegang saham bahwa penggabungan perusahaan tersebut memberikan manfaat kepada keduanya. Selanjutnya jika pemegang saham menyetujui, maka penggabungan itu dapat dilaksanakan baik melalui pembayaran tunai maupun  pembayaran dengan saham perusahaan. Merger semacam ini disebut juga dengan Friendly Merger, yaitu merger yang disetujui oleh kedua manajer perusahaan.
Manajer perusahaan yang akan membeli perusahaan mengajukan penawaran atau tender offer kepada pemegang saham perusahaan yang diinginkan. Dalam penawaran tersebut biasanya harga beli dinyatakan dalam rupiah per lembar saham untuk saham perusahaan yang akan dibeli. Karena penawaran ini langsung kepada pemegang saham perusahaan yang akan dibeli, maka tidak memerlukan persetujuan manajer perusahaan yang bersangkutan. Merger semacam ini disebut juga dengan Hostile Merger.

Jenis-jenis Merger dan Prosedur Merger


Secara umum penggabungan usaha dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok :

1.      Merger Horisontal

Merger horisontal terjadi apabila satu perusahaan menggabungkan diri dengan perusahaan lain dalam jenis bisnis yang sama. Dengan kata lain satu atau dua perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa yang sama.

2.      Merger Vertikal

Merger vertikal adalah penggabungan perusahaan yang memiliki keterkaitan antara input-output maupun pemasaran. 

3.      Congeneric Merger

Congeneric merger yaitu penggabungan dua perusahaan yang sejenis atau dalam industri yang sama tetapi tidak memproduksi produk yang sama maupun tidak ada keterkaitan supplier.

4.      Conglomerate Merger

Conglomerate merger yaitu penggabungan dua atau lebih perusahaan industri yang berbeda.